Rabu, 26 Agustus 2009

Waktu Aku SMP

ku  akan  memulai ceritaku ini dimasa masih SMP, tepatnya  kelas  III
SMP. Masa dimana aku masih culun-culunnya dengan celana pendek biru
itu. Teman2 memanggilku Eno. Perawakanku waktu itu (mungkin) bisa
dibilang tidak termasuk dalam katagori cowo keren; hanya dengan 168 cm
& 59 kg, kulit sawo matang (blasteran Jawa-Sunda), rambut belah
pinggir (ala Duran Duran) dan tak lupa kumis tipis ciri khas anak yg
baru meningkat dewasa.
Aku mengenal Reni si Tompel (nick name yang aku berikan buat cewe
bertompel di atas bibir sebelah kiri itu) sejak kelas IV SD (sekolah
kami dari TK, SD & SMP). Itupun awalnya hanya mengenal wajahnya saja,
aku belum pernah berkenalan secara resmi dengan dia waktu itu. Kenapa?
Karena dia adalah salah satu dari belasan cewe (dia salah satu anggota
cewe dari team Volleyball & Basketball sekolahku) primadona di
sekolahku. Dan waktu itu aku hanya anak baru di sekolah itu, aku
pindahan dari kota lain/kota kelahiranku (dalam rangka dinasnya
bokapku) & aku bisa dibilang agak pemalu waktu itu. Untuk postur Reni
(dia kelahiran Indramayu) aku tidak mau terlalu mengeksposenya secara
detail (walau bagaimanapun dia adalah cinta monyetku yg
pertama ...hehe), yg pasti kulitnya kuning sawo, tingginya sealisku
(ampir sama) & emang badannya agak bongsor dan yang pasti dia itu cewe
yg seneng olah raga. Dia itu bisa dibilang mirip gabungan antara
Cintami Atmanegara dengan Gabriel Sabatini.
Dimasa SMP-ku ini, aku dan dia masing2 punya geng sendiri-sendiri,
dari 6 cowo geng-ku 4 diantaranya adalah team volley & basket dan
gengnya Reni terdiri dari 8 cewe2 cakep (6 diantaranya adalah team
volley & basket), tapi dari ke delapannya itu, aku lebih tertarik pada
Reni. Aku tahu sejak kelas V SD dia itu sudah gonta ganti pacar, tapi
aku tidak perduli ........biasa lah cinta monyet.
Waktu aku masuk SMP aku berusaha untuk dapat menjadi anggota OSIS,
khususnya seksi dokumentasi & mading (dan itu berhasil sampai kelas
III). Karena aku saking tergila-gilanya sama dia, tiap ada
pertandingan antar sekolah, pasti aku ambil kesempatan untuk mengambil
foto-foto dia waktu tanding volley (tentu dengan kapasitasku sebagai
seksi dokumentasi dong). Saking banyaknya foto dia yang kuambil, aku
punya koleksi album2 foto dia dikamarku.

Hingga pada suatu hari, aku harus minta ijin tidak masuk ke sekolah
karena ayah bokapku (alias kakek-ku) meninggal & aku harus melawatnya
di kota kelahiranku. Tapi setelah selesai pemakaman beliau, aku harus
pulang sendiri ke rumah (jarak ke kota kelahiranku hanya memakan waktu
3 jam), karena aku ada ulangan besok harinya (udah deket ma EBTANAS),
sedangkan ortu & adik2-ku masih tinggal sampe esoknya.
Sekitar jam 5 sore, saat aku lagi duduk-duduk sambil baca buku
pelajaran untuk ulangan besok di teras depan kamarku (kamarku ada di
lantai 2), kudengar ada yang bunyiin bel,
"Siapa sih tamu sore-sore begini.....?!" gerutuku. Aku langsung turun
sambil membawa buku cetak/panduanku & membuka pintu ruang tamu........
"......loh kok lo-lo pada, tumben pake ngebel segala sih?" rupanya
yang dateng itu geng-ku & biasanya kalo mereka dateng langsung
nyelonong ke kamarku lewat garasi dan...
" ......Re...Reni, sama siapa Ren?" aku terbata ketika kulihat Reni &
Fely (salah satu anggota gengnya) pun dateng pula!!!
"Ini nih sama si Fely..." belum habis kagetku dengan kehadiran si
Tompel ini, tiba2 Budi (salah satu anggota gengku) maju dan
menyalamiku,
"No, sorry yah. Kita ikut berduka cita atas meninggalnya Bokap
lo....." hah...ini kejutan apalagi sih!!!
"eh, Bud....hari ini kan bukan tanggal 1 April kan....?!" dan satu
persatu mereka mulai menyalamiku; Dedi, Irawan, Deni, Rianto, Unggi,
Fely & terakhir Reni.
"Tunggu...tunggu dulu dong, enak aja lo pada nyumpahin bokap gua
meninggal !!! " teriakku ke arah geng-ku yang lagi pada pasang muka
serius.
"Loh kan, katanya.....begini No, kita dapet informasi dari wali guru,
kalo bokap lo meninggal subuh tadi, trus kita langsung deh kesini
seabis latihan volley tadi". si Deni ngejelasin.
Akhirnya setelah aku jelasin kalo yang meninggal itu kakek-ku bukan
bokap-ku baru deh mereka ngerti. Ya udah karena sudah kadung pada
dateng, sebagian geng-ku yang nggak satu kelas langsung nyerbu video
betamax-ku di ruang keluarga (udah pada nganggap rumah sendiri).
Sedangkan yg sekelas, langsung merebut buku panduan-ku, mo belajar
katanya sih....,karena kita semua nggak satu kelas (kelas III kita
dibagi dua A dan B & Reni termasuk yg nggak sekelas denganku). Aku
yang lagi tanggung belajar untuk ulangan besok, langsung naik ke
kamarku untuk mengambil buku catatanku. Sedang asyiknya aku mencari
buku catatanku di kamarku yang seperti kapal pecah ini, tiba-tiba ada
suara halus yang memanggilku dari arah tangga,
"No...No, dimana sih lo? " Itu...itu suara si Tompel,
eh.....Reni, .......ya amplop, rupanya saking kagetnya atas kedatangan
Reni ke rumahku yang untuk pertama kalinya tadi, hingga aku
melupakannya, abis dia tadi lagi asik sama gengku nonton film di
bawah.
"Ya....ya, disini...." belum habis jawabanku.....eh, dia udah berdiri
di depan pintu kamarku.
"No, gua ikut mandi dong di kamar mandi lo, abis yang di bawah lagi
dipake ma si Rianto tuh....."
"Tuh disana, pake aja anduk yang ada di rak......" kebetulan di
kamarku ada kamar mandinya, dan ketika dia (sambil bawa tas
olahraganya) melewati ku, ....ehm, lumayan kecium wangi dari tubuh
nya... padahal dia kan abis keringetan maen volley. Nggak terlalu lama
sih dia mandinya, kali cuman bilas-an aja yah. Begitu keluar dari
kamar mandi, sambil ngelemparin tasnya ke sudut kamarku, dia
menghampiri rak kasetku.
"No, koleksi kaset lo lumayan juga yah, cuma....." kata Reni sambil
mengacak-acak rak kasetku, sampe ada satu kaset yg jatuh.
"Cuma apa, Ren?" sambil menoleh aku melihat dia lagi nungging ke
belakang rak kasetku, ngambil kaset yang dia jatuhin tadi. Tapi ketika
dia tarik tangannya dari belakang rak, bukan kaset yang jatuh tadi
yang dia ambil melainkan satu buah album foto........album foto! Itu
kan album foto-ku yang berisi koleksi foto2 nya Reni di pertandingan2
olahraga itu !!! Ya, amplop........aku lupa naro lagi itu album
ketempat persembunyiannya semula, di atas lemari pakaianku !!!
Aku sudah pasrah (yang waktu itu lagi) duduk di jendela, ketika dia
mulai membuka-buka album foto itu halaman demi halaman, tapi kulihat
ada senyum manis di ujung bibirnya.
"No, jadi bener yah yang diceritaiin si Irawan, kalo lo ngoleksiin
foto2 gua ...... " kata dia sambil menghampiriku. Asal tahu aja, si
Irawan itu salah satu cowo yang pernah macarin Reni di awal kelas III
SMP dan kalo nggak salah, Reni sampe sekarang dia lagi sendirian.
"Lo kok nggak pernah ngomong ma gua sih, kalo lo naruh perhatian ma
gua...?" kata dia sambil menaruh album foto-ku diatas tape deck-ku &
dia terus merapatkan badannya diantara kedua paha-ku ......... aduhh,
gimana nih?
"Gua udah tahu kalo lo ada perhatian ma gua sejak lo jadi
fotografernya. OSIS, ya kan......?"kata Reni sambil ngelingkarin
tangannya ke arah punggung-ku. "Gua lebih keyakinin lagi setelah
sekarang gua liat sendiri ma mata gua sendiri kalo semua itu
bener ...... " dan tanpa kusadari, tau2 bibirnya Reni udah menempel di
bibir-ku, '......alamak, finally my dream is coming true' ...syet deh,
sempet2-nya aku mikir gitu.
".......ehm, Ren...?" Terhanyut oleh permainan bibir kami, aku spontan
turun dari jendela, membalas pelukannya & membalas pula jilatan2
lidahnya di dalam mulutku. Lama2 pegel juga nih bediri gini, aku
dorong dia ke atas tempat tidurku. Ketika dia sudah terlentang, aku
mulai menarik kaosnya ke atas sebatas perutnya & langsung ku ciumi
sasaran pertamaku, perutnya yang ....... alamak, putih bersih! Aku
jelas terangsang dong dengan semua adegan ini, mimpi apa gua semalam
sampe dia ada dipelukanku sekarang.
".......No....geli..." Setelah aku puas menjilati perut datarnya
(termasuk udelnya, yang membuat dia semakin kegelian) aku mulai
mendorongkan kaosnya lebih ke atas, ada manfaatnya juga rupanya aku
sering nonton blue filmnya bokapku (yang pasti aku nontonnya kalo
rumah lagi sepi dong).
".......lepas yah Ren....sekalian sama....?" sambil meminta ijin
darinya, aku menunjuk pada branya. Reni sudah pasrah rupanya, sambil
memejamkan matanya dia berusaha mengangkat bahu & kepalanya, memberiku
jalan untuk melepaskan kaos & branya. Begitu kaosnya terangkat sebatas
kepalanya.......terlihatlah buah dada Reni dibalik branya. Tak kuasa
aku untuk tidak menyentuhnya dengan bibirku sebelum terlepas dari
branya........betapa lembutnya bukit kembarmu, Ren.
"Geli.....No,.......ohh" terpekik dia saat lidahku mulai menyapu di
sekitar lingkaran buah dadanya. Aku semakin menjadi untuk menjilat,
mencium dan mengulum buah dadanya saat erangannya terdengar lagi.
"ohhh.......ehm....No, ohh....ohh" ciumanku semakin naik ke atas ke
arah lehernya dan berakhir di kupingnya.
"Ren, gua sayang ma lo ...." desahku dikupingnya sambil menciumi
telinganya.
"Lo aja yang telat bilangnya, No....oohh..."
"Lo tau nggak, Ren ...sebenernya gua udah merhatiin lo sejak kelas IV
SD dulu....."
"Lo......lo gila,No. Selama itu lo merhatiin gua?"
"Ya, tapi perhatian gua itu baru berubah jadi rasa sayang sejak gua
jadi paparazi OSIS......"
"Ohhhh........No, lo bener2 gila.....mmph" pekik dia sambil menciumku
dengan hangatnya.

Kayanya terpaksa saya putus dulu sampe disini dulu yah, abis prolognya
yang kepanjangan kali yah. Maaf deh, soalnya saya ingin menjelaskan
sejelas mungkin karena berkaitan erat dengan tokoh2 ceritaku itu untuk
cerita2 selanjutnya. Saya tunggu juga kalo ada comment dari rekan2,
agar aku dapat memutuskan untuk meneruskan atau tidaknya ceritaku ini.
Terima kasih.
b_eno_w@y...

0 komentar:

Poskan Komentar